header image
 

Media Review: Album Siaga Bencana by Rolling Stone Indonesia

Hi Navists,

Ada liputan Album Siaga Bencana Nasional di Rolling Stone Indonesia by Wendi Putranto… bukan di majalahnya, tapi di website-nya: www.rollingstone.co.id
Asiik… lagu kita, Supermarket Bencana, juga dihighlight dalam beritanya.

Yap..bencana emang lagi jadi hot gossip sekarang. Bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia juga… mungkin ada kaitannya dengan ramalan dan penanggalan kalender Maya, ketimpangan ekosistem, perubahan medan magnet bumi, orbit galaksi dan badai di matahari…. Entahlah!! Yang jelas bencana makin unjuk taring!

Baca lanjutan berita ini di official website Navicula
Baca berita tentang album siaga bencana di website Rolling Stone Indonesia

Kikan Cokelat Jamming Bareng Navicula di Bali!

Surprise…
Kikan, vokalis Cokelat, sempat jamming bareng Navicula bulan November 2008. Biduan jelita ini, ramai-ramai di-headbang di atas panggung oleh the Green Grungers of Bali…

Baca berita lengkapnya di Naviculamusic.com

Kikan Cokelat Jamming bareng Navicula

Kikan Cokelat Jamming bareng Navicula

Grunge Revival di Jawa Tengah

Salut buat komunitas grunge di Semarang dan Solo udah aktif bikin acara tribute to Seattle-sound di scene Jawa Tengah dan sekitarnya. Kita senang sekali bisa bergabung di acara ini, berhubung band kita juga sedang dalam tur (sambil liburan, escape dari rutinitas kerja di Bali!) di area Jogja dan sekitarnya. Dan, sangat menyenangkan mengetahui ada banyak sekali band grunge dan indie keren beragam genre yang mendukung acara ini….
Read more at: http://www.naviculamusic.com/grunge-revival-di-jawa-tengah/

Navicula’s Upcoming Gigs - Oct & Nov 2008

Calling to all Navists…
This October-November Navicula will be rocking out at the following events:

Oct 25 - Taman Budaya Yogyakarta
(launching album kompilasi LIPI Siaga Bencan)

Oct 28 - Oto Sport Cafe, Yogyakarta
(Acara Ulta SeekSixSick, with Navicula, Dom65, Hengky Strawberry)

Nov 2 - Semarang, Jawa Tengah
(Tribut to Seattle Sound)

Nov 3 - Solo, Jawa Tengah
(Grunge community event)

For details of the venue locations and opening acts, visit Navicula’s official website: www.naviculamusic.com

Contact Navicula Management by email: Lakota@naviculamusic.com
or call: 081.7974.3034

Peace from Bali!

Robi Navicula di Papua: Awas, Indonesia Rawan Bencana!

Robi Navicula di Papua: Awas, Indonesia Rawan Bencana!
Oleh Robi Navicula | Foto oleh: Robi Navicula & Endi 70’s OC

Indonesia yang indah permai ini ternyata menyimpan segudang bencana, seperti isi lagu “Supermarket Bencana” karya Navicula yang bakal dirilis di album kompilasi Siaga Bencana terbitan LIPI dan Electrified records (label milik band Naif).

Saya sendiri, selaku wakil band Navicula, bersama dengan team LIPI (Shena dan Atos) dan Metro TV(Wisnu Wardhana) melakukan kampanye Siaga Bencana Nasional ke Biak, Irian Jaya dari tanggal 22-27 Juli 2008. Pada kunjungan ke Biak ini saya juga ditemani Endi, drummer band indie asal Bandung, 70’s Orgasm Club.

Kampanye LIPI ini merupakan salah satu rangkaian kampanye ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Padang, Bengkulu, Cilacap, Ternate, Bali, Biak, dll. Program ini juga melibatkan sejumlah musisi untuk memberi pesan siaga bencana kepada masyarakat melalui media musik. Saya pikir ini adalah langkah yang bagus dan efektif mengingat musik adalah bahasa yang universal.

Di Biak, team kita membuat suatu kegiatan simulasi tentang bagaimana masyarakat menyiapkan diri apabila bencana terjadi. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan, dan siapa yang mengkoordinir masyarakat. Kegiatan simulasi ini sempat dibikin jadi satu film pendek oleh Wisnu (jurnalis Metro TV), dan langsung ditayangkan di hari penutupan workshop. Sangat menarik, melihat masyarakat berakting seolah-olah bencana gempa dan tsunami terjadi dan kemana mereka menyelamatkan diri. Rupanya masyarakat Biak (saat itu mengambil lokasi di desa Anggraidi dan Paray) jago akting! Mereka sangat menghayati peran sebagai masyarakat desa yang memang sedang dilanda bencana. Ini didukung dengan pengalaman mereka yang sebenarnya, dimana pada tahun 1996 daerah ini memang pernah terjadi gempa hebat. Pantas aja saat simulasi dilakukan, akting mereka lebih jago dari pemain sinetron (yang cuma jual tampang, jaim, dan bermake-up tebal walaupun adegannya lagi baru bangun tidur)!

Sehari sebelumnya, team kita yang juga terdiri dari para pelajar lokal yang telah dilatih oleh team Compress (Community Preparedness) LIPI (yang telah tiba di Biak beberapa hari lebih awal dari rombonganku), melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah untuk memberi penjelasan dan pengetahuan singkat mengenai bencana alam, khususnya Gempa dan Tsunami, serta langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan pada pra, saat dan pasca bencana. Asik banget berdiskusi dengan para murid sekolah ini, banyak becandanya!

Tanggal 25-26, kita mengadakan workshop dan sejumlah kegiatan lomba di gedung RRI setempat, mulai dari carnaval, lomba mading, lomba mewarnai untuk anak-anak dan pembagian materi siaga bencana berupa newsletter, brosur, dan paket buku secara cuma-cuma kepada para pengunjung. Sore hari hingga malamnya, ada juga panggung yang menampilkan band-band lokal setempat. Saya dan Endi bertugas menjadi juri untuk lomba carnaval, mading dan mewarnai (pekerjaan yang mengasikkan emang menilai dan mengkritik hasil kerjaan orang, hehe!) dan pada malam penutupan workshop kita ngejam bareng, membawakan beberapa buah lagu, antara lain lagu ‘Siaga Bencana’ yang secara spontan kita garap dan lagu baru yang kita ciptakan di hotel pagi hari itu, yang kita kasi judul ‘Papua’. Lagu sederhana agar mudah dipake nyanyi bareng. Alhasil… penonton bukan cuma ikutan nyanyi, tapi juga pada ikutan naik dan loncat-loncat di atas panggung sehingga saya jadi parno bahwa “bencana” beneran bakal terjadi, karena lantai panggung ini mulai melengkung akibat overload!

Di sela-sela kegiatan kita juga sempat mengunjungi beberapa tempat asik seperti pantai Bosnik. Endi girang banget, mungkin karena di Bandung ke pantainya jauh .. Selain itu kita juga melihat monumen perang dunia ke dua dan peninggalan-peninggalan perang dari serdadu-serdadu Jepang dan Amerika seperti bunker/gua dan foto-foto tua. Jelas terbayang seperti apa dulu tempat ini zaman PD II. Jadi ingat film Thin Red Line dan Letters From Iwo Jima. Memang… War sucks! Jadi heran juga hingga kini masih banyak bajingan bodoh yang masih melestarikan adat istiadat menghancurkan sesama manusia dan alam gara-gara ingin menguasai suatu sumber daya. Saya jadi berpikir lagi, bahwa kita memang harus menyelamatkan alam kita yang terpolusikan, menyelamatkan diri kita dari bencana, tapi lebih dari semua itu…. kita semestinya menyelamatkan diri dari diri kita sendiri!

* First published: September 11, 2008 on Musikator.com

VIEW THIS ARTICLE ON MUSIKATOR.COM Continue reading ‘Robi Navicula di Papua: Awas, Indonesia Rawan Bencana!’

Musikator.com TMIF Quiz: Cara Gampang Dapetin T-Shirt & DVD Navicula

Dear friends,
Di musikator ada quiz nih, namanya TMIF (Thanks Musikator It’s Friday). Hadiah minggu ini adalah T-shirt, DVD dan sticker Navicula.
Kalo berminat, gabung aja fren.. siapa tau kamu yg dapetin :D
Ngikutinnya super gampang! Buruan ya, tglnya dibatasin soalnya.

CLICK HERE: JOIN THE TMIF QUIZ!!

Peace, Love & Rockn’Roll

Interaksi Hati Para Maniak Ide by Robi Navicula

Helo Grungers se-tanah air,
Aku ada tulisan mengenai komunitas grunge Bandung, bernama ISI (Interaksi Hati), yang diprakarsai oleh Che Cupumanik and friends.
Silakan disimak yah… and jangan lupa kasi komen, buatmu yang peduli dengan eksistensi scene kita di kancah nasional.
Keep the rock rolling!
Robi Navicula

Interaksi Hati Para Maniak Ide

oleh Robi Navicula

Ngobrol-ngobrol bareng Chandra ‘Che’ Cupumanik seru banget!
Pas dia lagi liburan di Bali kemaren, tgl 29 Agust 2008, kita janjian ketemu di Circle K Kuta Beach sore harinya, buat ngobrol dan sharing idea, sambil menunggu sunset. Di meja ini ada Che, saya, Lakota, dan Ian (eks-vokalis Kaimsasikun).

Saya pertama kali ketemu langsung dengan Che pas band saya lagi main di Rock cafe, Kemang, tahun lalu. Sebelumnya hanya kenal lewat sms.  Dan Ian yang kenalin kita awalnya.

Selain sebagai vokalis band Cupumanik, Che juga berperan sebagai editor in chief majalah fashion Jeune, salah satu majalah lokal Indonesia terbitan Bandung favorit saya, karena kualitas desain dan mutu seni yang bagus dan sangat saya rekomendasikan untuk didapat, untuk kamu yang punya selera bagus dan mendukung kreativitas anak bangsa.
Untuk baca berita lengkapnya, silakan buka:
http://www.musikator.com/interaksi-hati-para-maniak-ide/

Navicula latest review at Hai-online.com

Jumat 15 Agustus 2008
Navicula: Beautiful Rebel

Mendengarkan album ini sungguh menyenangkan. Barisan lagu-lagunya apik dan seru. Dengan semangat grunge yang terasa di tiap lagu, membuat musik rock ala Navicula jadi ter5beautifulrebelwebasa berbeda dibanding band rock lainnya yang wira-wiri di pentas rock lokal.

Vokal Robby yang khas semakin membuat musik band asal Bali ini berkelas. Dengan vokalnya yang serak-serak basah, Robby mampu memberi nyawa pada lagu-lagu paten kayak Modern Mantra, Bunga Liar, Televishit dan Mawar & Melati.

Sayang, kualitas rekaman album ini kurang memadai. Ngebikin CD ini terasa seperti CD demo. Beruntung, aransemennya rapih. Sehingga, meskipun seperti demo, CD ini tetap layak didengar.

Buat penggemar Pearl Jam, Sound Garden & co. album ini pasti cocok. So, buruan dicari, sebelum kehabisan! (ryo)

Produser: Bobby (S.I.D.) & Rizal Tanjung

Artikel diambil dari: http://www.hai-online.com//article/navicula-beautiful-rebel?channel=musik%2Freview_music
Jangan lupa kasi comment dan rating berita Navicula di webzine www.hai-online.com

Thanks to Ryo, Hai Magazine, and all Navists for your support.
Peace from Bali!

www.myspace.com/naviculabali
www.musikator.com/navicula
www.friendster.com/navicula
email: navicula.bali@gmail.com

Grunge Night with NAVICULA

Ada acara Grunge Nite di Twice bar, Sabtu 14 Juni 2008!

Band yang main berturut-turut: Negative, Spank Monera, The Gotham dan Navicula, sebagai penutup acara.  Acara ini merupakan nostalgia bersama penikmat musik yang rindu warna musik alternative 90-an ini hadir kembali. Sejak awal acara, pas baru nyampe, arak orange- minuman “gaul” racikan Twice Bar (venue milik Jerinx SID, di Poppies2-Kuta) sudah mendominasi meja, diselingi sloki2 yang selalu penuh-habis-penuh-habis, dan berderet botol bir Bintang. Agak teler dikit, baru maen…. Sedikit membantu berceloteh lancar, greeting dalam bahasa Inggris karena ada sejumlah audience mancanegara juga yang hadir dan ingin melihat atraksi band original lokal. Venue ini termasuk unik, karena umumnya club seputar Kuta isinya band Top 40 dan DJ melulu. Twice adalah bar yang konsisten mendukung band indie Denpasar, Kuta & surrounding, serta komunitasnya, sejak lama….. sejak saya masih perjaka. Pamphlet2 yang disebar Eko(staff Twice) di beberapa tempat dan distro lokal bisa membuktikan betapa aktifnya bar ini mendukung band indie lokal sebisanya.

Kembali ke show, saya asik melihat The Gotham yang malam itu tampil berdua, Dully si vokalis (kakak kandung artis Luna Maya) sepertinya sibuk dengan mic dan gitarnya sendiri, tanpa peduli dengan reaksi penonton, sementara drum tetap santai di temponya.  Musiknya rada mirip Sonic Youth campur Joy Division. Kata Made (bassist Navicula), yang sejak awal acara sudah ada di Twice, bilang kalo Negative dan Spank Monera maennya juga asik banget.  Musik mereka masih kuat influence Nirvana-nya, menurut dia.  Sayangnya saya ga sempat ngliat (sori, bro…!) karena datang sedikit telat, pas The Gotham naik.

Kelar The Gotham, giliran Navicula siap2 di panggung, Tony Trax dari Proton Records, ditemani Dethu dan Sarah, baru nyampe di venue dan langsung di depan stage. Hehe senang banget mereka hadir… this special couple really good friends and support our band a lot. Menghajar stage tanpa ampun dengan 7 lagu, termasuk 2 cover songs, dari Pearl Jam dan  Alice in Chains. Wuihhh… panas banget di dalam…. Tapi seru dan fun!!  Yeahhh… we play as loud as we can!

Acara berlanjut dengan nongkrong cari angin di pinggir jalan depan Twice sambil minum bir dingin dan merayu beberapa teman cewek yang hadir dan mulai sedikit mabuk.  Band2 yang maen malam tersebut pulang dengan suka cita dan mengantongi poster acara malam itu yang dibuat terbatas dan dibagi sebagai souvenir buat band dan crew acara.

Yeahh… bro and sisters…. Maybe we’ll make this fun event again in the future!
Grunge is Dead?  Hmmm…. I don’t think so. Dia tetap bertelur dan berkembang biak!

(Robi - vocal+gitar Navicula)

NAVICULA & SAINT LOCO Concert Live on TV - Gig Review

Sabtu, 31 Mei 2008, Navicula dan Saint Loco maen bareng di acara Weekend on the TV, acara baru produksi TVRI Bali.

Karena alasan untuk keperluan broadcasting, kita (Navicula) kaget mendapatkan set list lagu kita dirubah sama panitia di atas panggung, ngga sama dengan set list yang kita siapkan sebelum acara.  Jadi deh, lagu slow yang rencananya mau dimainkan di tengah, berubah jadi lagu terakhir…. Jadi, kurang dramatis dan berefek sebagai downer bagi audience yang susah payah dipanaskan sejak awal pertunjukan.  But, fuck it, show must go on, dan tetap berjalan lancar. Kita sebagai performer memang mau ga mau mesti siap untuk case di luar dugaan sekalipun. Asiknya bagi kita, sepanjang pertunjukan kita, seluruhnya ditampilkan LIVE, apa adanya, without any bullshit, just pure and raw! (…and no lip-sync too, hehehe).

Setelah itu, gantian kita menonton Saint Loco, yg (selalu) main enerjik walaupun mereka sedikit mengeluh dengan masalah di sound system malam itu. Tapi mereka memang selalu tampil keren. Good Job, guys… you all awesome! (and sorry, for David, Iwan, Tius, and all the Saints…. Abis itu kita ga jadi nongkrong bareng kalian di hotel… kita semua -Navicula and crew- beli bir di jalan and stuck di rumah sampai mengantuk, pas juga 2 orang dari rombongan kita, Ida dan Jonathan lagi ultah malam itu…ntar deh next time kita kumpul lagi, brothers!)

Sebenarnya ada jamming bareng Navicula-Saint Loco yang direncanakan pas ending acara tapi batal dilakukan, mungkin gara-gara mis-koordinasi antara pihak E.O dan pihak TV.  Tapi, ga apalah tetap aja we were having fun there.

Plug and play, no matter what people say!! 

by: Robi, Navicula